Resensi Buku V*gina Kuasa dan Kesadaran │ Naomi Wolf
![]() |
Vagina bisa jadi sebuah lubang, tetapi jika dipahami dengan benar maka ia adalah sebuah lubang berbentuk dewi. –Naomi Wolf
Blurb:
V*GINA:
KUASA DAN KESADARAN adalah karya menakjubkan yang secara radikal mengubah cara
kita berpikir, berbicara, dan memahami vagina dan perempuan dan seksualitas
yang ditulis oleh Naomi Wolf. Salah satu kritikus budaya yang paling dihormati
dan penulis karya klasik modern; The Beauty Myth.
Ketika
Naomi memulai sebuah perjalanan yang mengubah hidup untuk mencari tahu hubungan
antara seksualitas dan kreativitas, ia menemukan--pencerahan yang
menggembirakan--adanya tautan yang didukung secara ilmiah, antara vagina dan
keberanian perempuan, ketegasan, dan kesadaran.
Di dalam
buku ini, Naomi menggabungkan ilmu pengetahuan mutakhir dengan sejarah budaya
untuk mengeksplorasi peran hasrat perempuan dan bagaimana
hal ini mempengaruhi identitas, kreativitas, dan kepercayaan diri perempuan. Selain provokatif, menarik, dan inspiratif, buku ini juga akan mengantarkan
kita menuju inti dari apa artinya
menjadi seorang perempuan.
Bagi
setiap pembaca baik laki-laki maupun perempuan yang ingin memahami tubuh,
pikiran, serta budaya yang mendefinisikan perempuan, buku ini adalah bacaan
wajib.
Halaman: 124
***
Hai teman-teman penasaran enggak setelah liat judul bukunya atau blurbnya? Seharusnya udah ya ... Udah frontal dan provokatif banget tuh ... Masa enggak sih? Tapi kalo emang enggak, bisa jadi kamu udah sering baca buku seperti ini atau bisa jadi sudah tau arah pembicaraan dalam buku ini. Kalo emang kamu suka baca buku pasti ngena dikitlah dalam bayangan kamu, buku ini bercerita seperti apa.
Buku ini menarik karena membahas mengenai
perempuan bukan saja secara biologi ataupun sosial, tapi lebih dari itu. Dan pastinya buku Vagina; Kuasa dan Kesadaran ini merupakan salah satu buku feminisme yang menurutku emang
menjelaskan tentang sebuah perubahan yang bersumber dari penelitian ilmiah
alias sains. Tau sendirikan di abad ke 21 ini banyak hal yang telah tercapai, bahkan telah mampu menjawab pertanyaan- pertanyaan yang belum terjawab pada masa lalu.
Tanpa
berlama-lama aku akan menjelaskan isi dari buku ini. Sebelumnya, kalo kamu enggak
tau apa itu feminisme, bolehlah aku jelasin dikit biar kamu nggak perlu lagi nyari ke tempat lain. Mungkin
aku gak bakal jelasin secara deskriptif apalagi sampai komprehensif banget, karena bakal kepanjangan. Dan aku tau bertele-tele itu nggak seru. Ya, kan?
Kalo berdasarkan informasi dari Wikipedia sendiri, Feminisme adalah serangkaian gerakan sosial, gerak politik, dan ideologi yang memiliki tujuan sama, yaitu untuk mendefinisikan, membangun, dan mencapai kesetaraan gender di lingkup politik, ekonomi, pribadi, dan sosial.
Kemudian berdasarkan sejarahnya, gerakan feminisme muncul pada akhir abad ke-18 dan terus berkembang pesat sampai sekarang. Meskipun dalam feminisme ada kelompok-kelompok yang memiliki kecenderungan dalam mengusung konsepnya sendiri, tapi tetap pada makna dan konteks aslinya.
Biografi Naomi R. Wolf: Penulis Buku Vagina; Kuasa dan Kesadaran
Naomi
R. Wolf (lahir 12 November 1962) adalah penulis feminisme progresif liberal Amerika, jurnalis, dan mantan
penasehat politik untuk Al Gore dan Bill Clinton.
Wolf
menjadi dikenal setelah menulis The Beauty Myth (1991). Dengan buku ini, ia
menjadi juru bicara utama dari apa yang kemudian digambarkan sebagai gerakan
feminisme gelombang ketiga. Beberapa feminis terkemuka seperti Gloria Steinem
dan Betty Friedan memuji buku ini; sementara yang lain, seperti Camile Palia dan
Cristina Hoff Sommers mengkritiknya. Sejak itu ia menulis buku-buku
lain, termasuk The End Of Amerika dan Vagina: A New Biography.
Karirnya
dimulai pada tahun 1995. Sejak awal ia gemar menulis topik-topik seperti
aborsi, gerakan Occupy Wall Street, Enward Snowden, dan ISIS. Dia telah menulis
di media-media raksasa seperti The Nation, The New Republic, The Guardian, dan
The Huffington Post.
Nah, itulah sekilas informasi tentang penulis. Mari kita mulai membahas bukunya.
Resensi Buku Vagina; Kuasa dan Kesadaran
Buku ini merupakan bagian dari buku Naomi wolf yang berjudul Vagina: A New Biography yang di publikasikan tahun 2012. Pada pengantar buku ini juga dijelaskan alasan mengapa definisi vagina harus dibahas. Buku ini juga merupakan salah satu pemicu gelombang feminisme ketiga yang memang berfokus pada definisi vagina: maksudnya redefinisi vagina secara radikal dan tentunya merujuk pada hal ilmiah yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang.
Jika
kamu enggak suka spoiler mending berhenti membaca dari sini, karena aku bakal mengulas buku ini per bab. Ternyata, isinya membuatku untuk tertarik mempelajari feminisme. Ya, memang agak aneh
bagi sebagian orang, apalagi bagi golongan patriarki, saat mengetahui ada laki-laki yang tertarik pada feminisme dan ingin mempelajarinya.
Bagian pertama: berkenalan dengan sistem saraf panggul anda yang luar biasa
Naomi tetap tegar dan tenang. Ia mengunjungi seorang yang dianggap kompeten dalam menangani masalah ini. Dari sinilah--menurutku--pribadi awal pencerahan yang paling mendasar. Mengapa kukatakan demikian? Karena dalam bab ini Anda akan menemukan sebuah jawaban yang selama ini diperdebatkan oleh para Freudian, Feminis, dan Seksolog terkait persoalan orgasme vagina dan klitoris.
Nah, ini adalah poin menarik bagiku. Sejak awal membeli buku ini, aku yakin akan mendapatkan sex-edukasi. Meskipun hal tersebut berfokus pada wanita bukan pria. Sepertinya, para pria juga wajib membaca buku ini, agar lebih memahami perasaan wanita.
Selebihnya, pembahasan berfokus pada penjelasan ilmiah yang dijelaskan secara ringan. Walau kemungkinan pembaca akan menemukan beberapa kata asing di dalamnya, misalnya: perineum, episiotomy, atau netter 3093.
Bagian kedua: sistem saraf otonom yang melamun
Sistem saraf otonom mempersiapkan jalan bagi impuls saraf yang akan berpindah dari vagina, klitoris, dan labia ke otak. Sistem yang sangat menarik ini juga mengatur respon seorang wanita terhadap relaksasi dan stimulasi yang diberi oleh sang “Dewi Array” atau seperangkat perilaku seorang kekasih yang digunakan untuk membangkitkan gairah pasangan.
Bagian ketiga: keyakinan, kreativitas, dan rasa kertarikan
Bagian keempat: dopamin, opioid, dan oksitosin
Pasti kalian bertanya-tanya apa hubugannya dengan wanita ? Bukankah judulnya memuat nama-nama hormon? Hormon-hormon yang disebutkan ini sangat mempengaruhi perempuan. Khususnya, dalam perasaan bahagianya. Namun, perlu kalian tahu, pria juga demikian.
Dr. Helen Fisher, antropolog dan penulis Anatomy of Love, menemukan bahwa cinta romantis bukanlah suatu emosi, ia adalah bagian dari sistem motivasi otak yang sangat kuat. Cinta romantis memiliki tiga komponen kimia yang berbeda: nafsu, terdiri dari androgen dan estrogen; ketertarikan, didorong oleh tingkat dopamin dan norepinefrin yang tinggi dan serotonin yang rendah (inilah yang menyebabkan perubahan suasana hati pada masa-masa awal pacaran); dan akhirnya, kasih sayang, terdiri dari oksitosin dan vasopressin.
Sebenarnya masih banyak lagi penjelasan menarik dalam bagian ini. Salah satunya, pembahasan “apakah vagina adalah candu?”
Bagian kelima atau bab terakhir dalam buku V*gina; Kuasa dan Kesadaran
Demikianlah resensi buku Vagina; Kuasa dan Kesadaran. Semoga bisa menambah wawasaan. Akhir kata selamat membaca.


Posting Komentar
0 Komentar